Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenapa Tes CPNS Selalu Gagal?


Kenapa Tes CPNS Selalu Gagal?
Bismillah
Allohumma Shalli ala Muhammad, Amma ba’d

 Banyak sekali pesan yang kami terima yang mengisahkan bahwa mereka sudah berkali-kali mengikuti tes CPNS, tapi selalu belum berhasil. Entah 2x, 3x, 4x atau bahkan sampai usia sudah melebihi batas, akhirnya mimpi jadi PNS pun sirna. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa dia sudah melakukan tips-tips yang saya tulis di artikel sebelumnya, seperti Shalat 5 waktu, shalat sunnah, dan sebagainya, akan tetapi masih saja gagal.

Di sini, kami ingin mencoba menjawab
Bagi Yang Belum Maksimal Ibadah dan Do’anya
Coba Kamu bermuhasabah atau intropeksi sendiri, bagaimana perbandingan presentase Ibadah Kamu dengan Belajar/Ikhtiar Teknis Kamu?. (Ibadah : Belajar)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  1. 0:0 yaitu Ibadah biasa aja, bahkan sering meninggalkan dan belajarpun tidak
  2. 0:1 yaitu Ibadah tidak, tapi selalu belajar
  3. 1:0 yaitu Belajar tidak, tapi selalu Ibadah
  4. 1:2 yaitu lebih dominan belajar daripada Ibadah
  5. 1:1 yaitu intensitas Ibadahnya diimbangi dengan Intensitas belajar
  6. 2:1 yaitu Ibadah yang digenjot, tapi belajar seperlunya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Ya… itu tipologi atau karakter ngarang yang kami buat. Kamu masuk yang mana?.
Plis tolong jangan pilih no 1 dan 2, karena dia sangat jauh dari Alloh, karena dia meninggalkan Alloh hanya karena bongkahan emas dunia yang bersifat semu. Buat apa mengejar jabatan dunia (PNS) yang hanya bersifat sementara, tapi justru akan jadi penjerumus ke Neraka Alloh yang selama-lamanya, na’udzubillah.
 Bagaimana kalau dia tidak pernah ibadah, bahkan selalu maksiyat tapi berhasil dan sukses CPNS? (Insha Alloh akan dibahas)
 Kalau aku menganjurkan pilih no 5, Kita harus memaksimalkan belajar tapi juga didahulukan dengan memaksimalkan segala amalan ibadah.
Kalau aku menggunakan insha Alloh no 6, yaitu lebih memaksimalkan Ibadah, sedangkan belajar seperlunya tapi tetap belajar lo.
 Nah… buat kamu yang sudah berkali-kali tes, coba koreksi kamu termasuk tipe yang mana. Jangan-jangan kamu yang no 1, yaitu belajar tidak, ibadah tidak, lalu mengharapkan lolos CPNS.
Tapi jika kamu termasuk tipe no 4-5-6, yaitu sudah beribadah, bahkan sampai maksimal, belum kunjung lolos juga.
 Sungguh..  cinta padamu karena Alloh, kami ingin berpesan....

Bagi yang Sudah Merasa Maksimal Ibadah dan Do’anya
 Wahai saudaraku, plis tolong jangan putus asa dari rahmat Alloh. kami pernah merasakan seperti yang sedang kamu rasakan. Merasa kenapa Alloh tidak kunjung menjawab doa, selalu berakhir dengan kegagalan. Sabar saudaraku, kamu sudah nikah?, saya berniat menikah dari tahun dari 2015, sampai akhirnya baru 2018 Alloh memberikan jalan.
 3 tahun waktu yang pendek jika hanya untuk tidur di atas ranjang, tapi sangat panjang jika untuk berjuang. Kamu tahu? Aku mau menikah menghadapi segala masalah, dan masalah yang paling utama, tidak ada perempuan yang bisa diajak menikah.
 Aku berikhtiar mencari istri dengan berbagai cara, dari meminta ke teman, guru, mengajak nikah teman kelas, mengajak nikah orang di FB sampai sekitar 30 wanita aku inbok to the point ngajak nikah, melalui IG, whatsapp, web dan media jodoh lain. Begitu, ada yang cocok, aku mendatangi orangtua wanita untuk melamar, dan hasilnya aku ditolak, kalau tidak salah ada 4x aku melamar ditolak, karena aku masih kuliah, belum punya kerjaan, dll. Saking buntunya pikiranku, aku hampir mau menikah dengan janda beranak 2, tapi ga jadi. Saudaraku sampai2 aku hampir putus asa, ikhlas jika meninggal dunia tanpa menikah. jika tidak percaya, cari di google "nekad demi akad"
Sedih??
Luar biasa saudaraku, aku sering protes ke Alloh. Do’a dan ikhtiarku
tapi yaitu jangan sampai kita menyerah dari rahmat Alloh. Ingat saudaraku, Alloh tidak tidur,Alloh tau perjuangan kita. Alloh tau setiap tetesan keringat perjuangan kita, dan Alloh tahu setiap tetesan tangisan permohonan kita.

Kenapa Alloh belum memberikan hasilnya sekarang?
Karena Alloh ingin membuatkan jalan cerita hidupmu yang Indah, yang nantinya akan banyak menginspirasi orang-orang, terutama anak-anakmu. Mereka lah yang kelak akan bangga mendengarkan ceritamu, seorang Ayah/Ibu tidak kenal menyerah dalam berdoa kepada Alloh.
 Dan kamu tahu? Doa dan perjuanganku selama 3 tahun di atas, telah dibayar tuntas oleh Alloh. 3 Mei 2018, aku menikah. 1 Maret 2019 lahir anak pertamaku dan 14 November 2019 alhamdulillah aku wisuda S2 cumlaude
So… Never Give Up Brother n Sister Fillah!

Terus sekarang apa yg harus kamu lakukan?. Teknisnya:
1. tetap ibadah dan belajar semaksimal mungkin
2. sembari intropeksi / muhasabah diri, siapa tau ada barang haram karena riba atau bukan hakmu yang menempel atau masuk pada badanmu. Barangkali, ada orang yang pernah kamu dzalimi, karena doa yang terdzalimi lah yang akan menyusahkan kita di dunia dan akhirat, terutama orang tua.
3. JANGAN TERLALU BERHARAP JADI PNS
 Bukannya aku berniat provokasi, maksudku, jadikan ikhtiar dan ibadahmu itu dalam rangka mencari predikat di sisi Alloh, anggaplah PNS sebagai bonus dari Alloh. Jadi kalau diterima jadi PNS ya Alhamdulillah, jika tidak, ya memang dari awal tidak terlalu berharap. Kenapa seperti itu,
karena jika nanti kamu gagal, kamu tidak terlalu sakit hati.
 Tapi jika kamu berhasil, kamu tidak terlalu berbangga hati, kamu akan menyadari semuanya karena Alloh yang Maha Memberi
4. be entrepreneur
 Do u know? Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemuda terkaya sepanjang zaman. Yang mengajarkan kita untuk berdagang, jadi saranku wahai saudaraku, sembari ikhtiar tes cpns sibukkan dengan berdagang. Dan kamu yg sudah berdagang, boleh lah untuk mencoba-coba pns, tapi tetap ya..di pikiranmu lebih prioritaskan berdagang.
 Kenapa aku bilang gitu, ya.. sebenarnya aku juga ga punya ambisi jadi pns. Aku lebih suka berdagang, tapi berhubung aku hobi mengajar, ya udahlah jadi pns. Tapi Alhamdulillah bisa tetap berdagang ko.
Nih ya, aku kasih tau kalkulasi cpns.
Kalau kamu S1, kamu akan diangkat CPNS Golongan IIIa dengan gaji 2.400.000
Sekarang kita hitung, maaf dengan metode flat.
Anggap sekarang usiamu 26 tahun (usia pensiun 60, berarti kalo jadi PNS selama 34 tahun) sepertiku yang setiap bulan akan mendapat income hanya 2.400.000/bulan. (ya aku tetap bersyukur, ini aku lagi mengajak untuk comparative).
Dari 2.400 kira2 berapa yang bisa kita tabung, setelah dikurangi kebutuhan pokok?, tidak mungkin kan ditabung semua?. Kalau aku dikurangi makan, kontrakan, dll aku memaksakan diri menabung 600.000/bulan.
Coba dihitung, butuh waktu berapa tahun aku harus menabung untuk membangun rumah kalau dengan hanya mengandalkan gaji. Anggaplah rumah dan tanah seharga 240juta : 600.000 yaitu 400 bulan / 33 tahun. SUBHANALLOH
Itu usia pensiun, harus nabung sampai pensiuan baru bisa beli / bangun rumah, HIKZ T_T
Itu fakta saudaraku. Lalu bagaimana?
Ini aku kasih tau rahasiany, sssttt, umumnya PNS menggadaikan SK nya untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Kamu tahu itu riba kan?
Ya walaupun banyak yang membela diri dengan ada kyai yang membolehkan, tapi aku sendiri berusaha betul-betul jangan sampai melakukan itu.
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.” (HR. Muslim)
Sudah tau kan faktanya?
Lalu apa solusinya?
BE ENTREPRENEUR

lalu bagaimana kalau sampai "mustahil jadi PNS?" karena usia?
la tahzan!!
Inget ya..
Impian kita tertinggi bukan di dunia ini
Dunia kita kaya, tapi yang akan memudahkan kita masuk surga bersanding dengan yang tercinta, baginda Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam
Mohon maaf, boleh sepakat boleh tidak
Yang jelas, sesame muslim kamu saudaraku.
Ya Alloh ampunilah saudaraku seiman yang sedang membaca ini
Mudahkanlah urusannya di dunia dan akhirat
Jauhkan lah dia dari kemaksiyatan dan mara bahaya dunia akhirat
Berilah dia pekerjaan dan usaha yang halal, berkah dan melimpah
Berilah dan jadikan pasangan dia yang soleh/a
Berilah keturunan yang soleh/a
Tutuplah usianya dengan khusnul khatimah dengan kalimat terakhir yang diucap LA ILAAHA ILLA ALLOH
           
Alhamdulillah
Wallohu a’lam
Banyumas, 8 Januari 2019
Ngubaidillah al faqir
repost from www.ubay.my.id

Berlangganan via Email